TV DIGITAL MOBILE, KAPAN YA?


TV digital saat ini baru sampai proses uji coba. Apatah lagi TV mobile, mungkin belum dilaksanakan. Padahal ada kecenderungan di dunia untuk meninggalkan Televisi analog. Negara besar macam Amerika Serikat sudah mematok 2025 secara penuh masuk ke teknologi penyiaran televisi digital.

Menyimak sejarah, ada pertarungan norma analog. Kita kenal di dunia ini ada tiga norma: PAL, SECAM dan NTSC. Dimana ketiganya tidak compatible dan masing-masing dengan line yang berbeda; di AS dan Jepang 525 garis dan di seluruh Eropa 625. Adanya siaran langsung via satelit, kemajuan teknologi yang memungkinkan mendapatkan gambar seperti film ukuran 35 milimeter dan suara hi fi stereo dan keinginan untuk dapat saling bertukar materi siaran mendorong kepada adanya satu standar tunggal dalam televisi definisi tinggi ( HDTV ).

Eropa dengan dukungan Thomson dan Philips mencoba mengusulkan HDTV dengan proyek mereka D2Mac dan HD Mac. Jepang juga memiliki proyek HDTVnya sendiri. Proyek HDTV ini kemudian berhenti dengan hadirnya televisi digital DTV yang dikembangkan oleh Amerika Serikat dikenal dengan Digital Video Broadcast ( DVB ). Norma tunggal inilah yang dikembangkan untuk televisi di rumah maupun untuk televisi bergerak termasuk layanan televisi yang bisa dinikmati di Ponsel, DVB-H ( Digital Video Broadcast Handheld ). Bedakan dengan televisi analog yang bisa dinikmati melalui ponsel dengan TV tuner buatan RRC. Lain negara lain pula layanan. Penyedia jasa layanan telefon, AT&T Amerika Serikat juga memiliki layanan untuk televisi yang memanfaatkan EDGE. Layanan yang disebut MobiTV ini menyasar para pengguna ponsel pintar. Sebagai contoh hanya dengan menggunakan Palm Centro layanan siaran televisi dapat dinikmati, dengan langganan tentu saja.

Ponsel DVB

Ponsel dengan kemampuan Televisi DVB-H ini masih terbatas yang masuk ke Indonesia. Hal ini disebabkan di Indonesia layanan televisi digital untuk Ponsel belum memasyarakat jika tidak dapat dikatakan belum ada. Para operator menunggu regulasi dari Pemerintah agar dapat memulai layanan kepada para pengguna jasa. Indosat melalui konsorsium Tren Mobile TV mencoba memperkenalkan layanan TV mobile. Melalui layar ponsel dapat dinikmati siaran digital yang memberikan juga kemudahan mengakses informasi. Saat ini layanan TV modile ini dapat dilihat melalui kanal 24 UHF ( ultra high frequency ). Untuk dapat menikmatinya bagi ponsel yang sudah memiliki kemampuan ini tinggal mengaktifkan aplikasi DVB di ponselnya dan tinggal tune ke kanal tersebut. Klaimnya, gambar dan suara jauh lebih jernih dibadning analog.

Ponsel berkemampuan DVB-H yang beredar di Indonesia baru terbatas pada merek Nokia seri N 77 dan N 96. Nokia sendiri masih mengembangkan ponsel dengan kemampuan DVB-H ini dengan memperkenalkan Nokia 5330 Mobile TV Edition. Earphone pada ponsel ini berfungsi sebagai antena. Baterainya mampu menghidupi ponsel sampai 6 jam saat menonton televisi. Selain untuk nonton, feature jejaring sosialpun ikut dijejalkan ke dalam Nokia 5330 Mobile TV ini. Di luar sudah ada aneka produk yang dapat menangkap sinyal siaran TV digital seperti : Samsung seri P9xx, Samsung SGH-F510, LG KU950 , LG KB770, LG HB620T. Merek belakangan ini belum banyak dikenal di Indonesia.
Sekarang pertanyaannya jika vendor sudah mulai menggelontorkan Ponsel dengan kemampuan menangkap siaran televisi digital ini, kapan waktunya siaran digital ini dibuka lebih luas bukan cuma di tangan 1 operator saja.


Komentar