Popularitas Blackberry di tahun 2009 memang fenomenal. Dengan bentuknya yang seperti batang sabun atau bungkus rokok lengkap dengan keyboard berformat QWERTY tiba-tiba saja menjadi kejaran para pengguna ponsel yang senang berinteraksi dalam situs jejaring sosial Facebook. Seolah keduanya tidak terpisahkan BB = FB atau sebaliknya. Peluang itu ditangkap dengan cepat oleh para pabrikan baik itu branded global ataupun lokal. Merek global seperti Nokia, Samsung, dan LG menggelontorkan seri-seri berukuran sebesar BB lengkap dengan keyboard QWERTY.
Jika diikuti dengan seksama sebenarnya pabrikan besar itu sudah pernah meluncurkan Ponsel pintar yang dilengkapi dengan keyboard QWERTY. Nokia sudah punya seri E 90, E 61 dan 61i atau jika menengok lebih kebelakang sudah ada Nokia seri 9300 dan 9300i. Samsung juga sudah meluncurkan Samsung i600dan disusul i780. Motorola pun tak mau kalah dengan memprodusi ponsel sejenis ini dalam seri Motoral Qnya.. Tetapi mengapa produk mereka tidak terlalu dilirik orang kecuali tentu saja untuk le phenomenal, Nokia seri Communicator yang menghebohkan Indonesia sampai seri terakhir 9500. Ponsel buatan pabrikan yang biasanya memproduksi ponsel yang dilengkapi dengan kemampuan seperti PDA disebut Ponsel pintar alias Smartphone.
Pabrikan lain berproduksi dari jalur lain yang lain. Mereka memproduksi alat bantu yang disebut PDA; alias personal digital assistance. Pabrikan itu antara lain HP, Palm, HTC, O2, Dopod, iMate,MWG dan lain-lain. Awalnya hanya memproduksi PDA tanpa kemampuan menelpon. Belakangan mereka kemudian juga memasukkan kemampuan berkomunikasi di dalamnya. Oleh karena itu PDA jenis ini dinamakan PDA Phone. Meski awalnya berbeda tetapi Kesamaan dari keduanya adalah sama-sama mahal dengan kisaran harga yang mencapai 4 jutaan dan hanya sedikit yang berharga di bawah 3 juta.
Harga yang dulu jadi kendala memiliki, dipatahkan oleh popularitas. Orang jadi tidak rasional dengan adanya gempita BB yang meski mahal tetapi tetap diminati banyak orang. Pertanyaannya apa sih bedanya dengan Ponsel Pintar atau PDA Phone.
Secara umum memang tidak ada. BB, Smartphone atau PDAphone tidak ada bedanya kecuali Operating Systemnya;HP, HTC, Dopod, O2 umumnya menggunakan Windows Mobile lengkap. Palm beroperasi dengan OS Palmnya yang pernah terkenal di masanya. Biasanya PDA dilengkapi dengan fitur kantor lengkap dengan pengolah Dokumen, Spread Sheet, dan bahkan Power Point untuk presentasi; keluaran Microsoft, yaitu Office Mobile atau keluaran Dataviz yang terkenal dengan Documents To Go nya.
Sementara pabrikan ponsel berkecenderungan memanfaatkan Symbian, terutama Ponsel pintar keluaran Nokia. Samsung dan Motorola memakai Windows Mobile. Blackberry datang dengan OSnya sendiri. Layanan yang membedakan dengan Ponsel cerdas atau PDAphone dengan BB adalah adanya push mail. Fitur layanan inilah yang membuatnya berbeda termasuk biaya bulanannya. Adagium lama berlaku juga untuk BB semakin banyak yang pakai kecenderungannya semakin murah juga biaya layanannya. BB jadi fenomena dan banyak dijumpai orang yang asyik ketak-ketik di papan ketik berQWERTY itu.
Kegemaran orang akan BB yang menyambung dengan situs jejaring sosial FB ditangkap juga oleh vendor lokal. Meluncurlah aneka Ponsel berbentuk mirip dengan BB buatan lokal; seperti Nexian, Imo, Tiphone, Taxco, Mixcon dll. Fiturnya diperkaya dengan shortcut menuju situs jejaring sosial seperti Facebook, Twitter atau dengan chatting seperti eBuddy atau Yahoo Messenger. Untuk menarik pengguna biasanya ponsel lokal berkeyboard QWERTY semacam ini dilengkapi dengan Dual SIM card, Penerima Televisi Analog, dan tentu saja harganya terjangkau tetapi tanpa OS.
Kehadiran merek lokal ini menggerus pasar Ponsel merek global. Nokia, Samsung dan LG mendadak sontak mengeluarkan seri-seri yang semakin banyak dilengkapi dengan keyboard QWERTY. Dari ketiga merek, keluaran Nokia biasanya dilengkapi dengan OS. Produk Samsung dan LG biasanya non OS dan memanfaatkan Java saja lengkap dengan FB, dan layanan lainnya. Harga di masih di bawah 2 jutaan, kecuali untuk Nokia.
Nah untuk anda yang mulai melirik ponsel berkeyboard QWERTY begini, silahkan mempertimbangkan ponsel mana yang anda inginkan; merek, fitur, atau harga. Semua pilihan ada di tangan anda.
Jika diikuti dengan seksama sebenarnya pabrikan besar itu sudah pernah meluncurkan Ponsel pintar yang dilengkapi dengan keyboard QWERTY. Nokia sudah punya seri E 90, E 61 dan 61i atau jika menengok lebih kebelakang sudah ada Nokia seri 9300 dan 9300i. Samsung juga sudah meluncurkan Samsung i600dan disusul i780. Motorola pun tak mau kalah dengan memprodusi ponsel sejenis ini dalam seri Motoral Qnya.. Tetapi mengapa produk mereka tidak terlalu dilirik orang kecuali tentu saja untuk le phenomenal, Nokia seri Communicator yang menghebohkan Indonesia sampai seri terakhir 9500. Ponsel buatan pabrikan yang biasanya memproduksi ponsel yang dilengkapi dengan kemampuan seperti PDA disebut Ponsel pintar alias Smartphone.
Pabrikan lain berproduksi dari jalur lain yang lain. Mereka memproduksi alat bantu yang disebut PDA; alias personal digital assistance. Pabrikan itu antara lain HP, Palm, HTC, O2, Dopod, iMate,MWG dan lain-lain. Awalnya hanya memproduksi PDA tanpa kemampuan menelpon. Belakangan mereka kemudian juga memasukkan kemampuan berkomunikasi di dalamnya. Oleh karena itu PDA jenis ini dinamakan PDA Phone. Meski awalnya berbeda tetapi Kesamaan dari keduanya adalah sama-sama mahal dengan kisaran harga yang mencapai 4 jutaan dan hanya sedikit yang berharga di bawah 3 juta.
Harga yang dulu jadi kendala memiliki, dipatahkan oleh popularitas. Orang jadi tidak rasional dengan adanya gempita BB yang meski mahal tetapi tetap diminati banyak orang. Pertanyaannya apa sih bedanya dengan Ponsel Pintar atau PDA Phone.
Secara umum memang tidak ada. BB, Smartphone atau PDAphone tidak ada bedanya kecuali Operating Systemnya;HP, HTC, Dopod, O2 umumnya menggunakan Windows Mobile lengkap. Palm beroperasi dengan OS Palmnya yang pernah terkenal di masanya. Biasanya PDA dilengkapi dengan fitur kantor lengkap dengan pengolah Dokumen, Spread Sheet, dan bahkan Power Point untuk presentasi; keluaran Microsoft, yaitu Office Mobile atau keluaran Dataviz yang terkenal dengan Documents To Go nya.
Sementara pabrikan ponsel berkecenderungan memanfaatkan Symbian, terutama Ponsel pintar keluaran Nokia. Samsung dan Motorola memakai Windows Mobile. Blackberry datang dengan OSnya sendiri. Layanan yang membedakan dengan Ponsel cerdas atau PDAphone dengan BB adalah adanya push mail. Fitur layanan inilah yang membuatnya berbeda termasuk biaya bulanannya. Adagium lama berlaku juga untuk BB semakin banyak yang pakai kecenderungannya semakin murah juga biaya layanannya. BB jadi fenomena dan banyak dijumpai orang yang asyik ketak-ketik di papan ketik berQWERTY itu.
Kegemaran orang akan BB yang menyambung dengan situs jejaring sosial FB ditangkap juga oleh vendor lokal. Meluncurlah aneka Ponsel berbentuk mirip dengan BB buatan lokal; seperti Nexian, Imo, Tiphone, Taxco, Mixcon dll. Fiturnya diperkaya dengan shortcut menuju situs jejaring sosial seperti Facebook, Twitter atau dengan chatting seperti eBuddy atau Yahoo Messenger. Untuk menarik pengguna biasanya ponsel lokal berkeyboard QWERTY semacam ini dilengkapi dengan Dual SIM card, Penerima Televisi Analog, dan tentu saja harganya terjangkau tetapi tanpa OS.
Kehadiran merek lokal ini menggerus pasar Ponsel merek global. Nokia, Samsung dan LG mendadak sontak mengeluarkan seri-seri yang semakin banyak dilengkapi dengan keyboard QWERTY. Dari ketiga merek, keluaran Nokia biasanya dilengkapi dengan OS. Produk Samsung dan LG biasanya non OS dan memanfaatkan Java saja lengkap dengan FB, dan layanan lainnya. Harga di masih di bawah 2 jutaan, kecuali untuk Nokia.
Nah untuk anda yang mulai melirik ponsel berkeyboard QWERTY begini, silahkan mempertimbangkan ponsel mana yang anda inginkan; merek, fitur, atau harga. Semua pilihan ada di tangan anda.
Komentar